nuffnang header

Thursday, 2 February 2012

Pantun Pinta Ampun

Jangan pernah salah sangka,
Niat di hatiku bukan seperti yang kamu fahami,
Tidak akan sanggup aku cuba,
Atau berniat menyakiti...

Timbul tenggelam suka duka,
Masalah mendatang lumrah dunia,
Ampun dipinta tatkala aku tersalah bicara,
Sesungguhnya dirimu amat bermakna.

The Fallen One

Rarely he would have time for himself,
Just to catch up with his worldly interest,
The kind of interest which he had to let go before,
Due to lack of support by his dear parents.
They don't understand him.
In fact,nobody does.
They don't even bother to care.
He's not hard to please,
Because his time was not allocated for that.
People took him for granted,
They took his time,
And no privacy was given.
Happiness is what he seeks,
But yet all he sees now,
Is a world full of darkness,
Which he understood,
As he too,
Is like a fallen angel,
Who dwells in the depth of despair,
That bears the scars of sorrow,
Left there to survive,
Without proper care.
All he ever know is who to serve,
And who to please.
Happiness is not for him.
It never will...
Right?

Sick Sick Six

Grown serious,
The illness of his,
There's not much left,
For her to care.

Falling to pieces,
Crumbling day by day,
That fragile body,
Which was decorated by scars.

No time to heal,
Unless someone will,
That sickness of his,
Is for her to deal.

Wednesday, 1 February 2012

Damai Yang Didambakan

Punyai segala tetapi damai tiada...

Kata-kata yang cukup bermakna. Meskipun ayat ringkas akan tetapi pemahaman tentang maksud yang akan dicerna oleh minda kian berbeza pada setiap individu.

Pada pandangan saya, ayat di atas jika diterjemahkan secara praktikal akan menunjukkan bahawa sekiranya seseorang itu memiliki segalanya (harta, pangkat dan sebagainya) tidak semestinya dia mempunyai ketenangan jiwa.

Ketenangan jiwa = kebahagiaan hati.

Dari sudut pandangan lain, kita mungkin dapat melihat seseorang itu kelihatan stabil secara fizikal namun di dalam lubuknya tersimpan seribu satu masalah yang mengundang parah serta mengoncang ketabahan hatinya. Situasi sebegini sukar diperhati dengan mata kasar namun kebenaran itu tidak akan terselindung selamanya.

Jadi, apakah jalan penyelesaian kepada situasi sebegini?

Cuba lihat sekeliling dan perhatikan nikmat dunia yang anda perolehi... Dan tanyalah dari mana asalnya nikmat itu. Jika anda faham, maka janganlah lalai lagi dengan segala material duniawi yang hanya sementara sahaja tempohnya. Tumpukan perhatian mengejar janji Illahi yang menunggu kita di alam selepas tamatnya hayat ini...

Duhai Dunia

Dunia,
Bukan ini yang aku pinta,
Ingin sangat aku lari dari realitimu,
Yang seumpama penjara.

Duhai dunia,
Cabaranmu merbahaya,
Dugaanmu tidak terduga,
Aku lemah tidak bermaya.